SULTRA NEWS - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi tenggara, H. Damsid mengatakan adanya dugaan pencabulan terhadap siswi Sekolah Keberbakatan Olahraga dimana pelakunya diduga dilakukan oleh kepala Sekolah.
“Ada masalah juga ini di SKO. Iya, ada dugaan pencabulan,” katanya.
“Informasinya juga baru saya ketahui. Harusnya ada laporan,” katanya.
Sejauh ini Pihak Dikbud Sultra sudah menurunkan tim investigasi terkait dugaan kasus pencabulan tersebut.
“Sementara, Kita turunkan dulu tim untuk investigasi. Kepala bidang pendidikan menengah sudah ada di sana,” ujarnya.
Bila Nantinya Kepala sekolah SKO tersebut terbukti berbuat cabul, maka dia tidak segan akan mencopot dari jabatannya.
“Kalau ada bukti kita ganti. Sama dengan kasus di Buton selatan kemarin. Sekarang lagi terjadi dialog di sana,” tuturnya.
“Secara informasi awal, iya betul, ada dugaan pencabulan. Maka kita akan buktikan melalui tim itu,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepsek SKO Kendari, Sultra yang diduga melakukan pencabulan itu bernama Aslan dan dia merupakan lulusan strata 3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Kita masih berharap sama anak ini, dia kan S3 olahraga. Akan tetapi kalau memang nantinya terbukti berbuat Asusila dan melanggar moral, Ya kita tidak bisa tolerir,” pungkasnya.
Hingga saat ini Aslan, masih dalam pemeriksaan tim investigasi yang dipimpin oleh Kabid SMK Andi Nana Asnawati, jadi belum dapat dimintai Klarifikasi lebih lanjut terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di ruang lingkup SKO Ranomeeto tersebut.
“Ada masalah juga ini di SKO. Iya, ada dugaan pencabulan,” katanya.
“Informasinya juga baru saya ketahui. Harusnya ada laporan,” katanya.
Sejauh ini Pihak Dikbud Sultra sudah menurunkan tim investigasi terkait dugaan kasus pencabulan tersebut.
“Sementara, Kita turunkan dulu tim untuk investigasi. Kepala bidang pendidikan menengah sudah ada di sana,” ujarnya.
Bila Nantinya Kepala sekolah SKO tersebut terbukti berbuat cabul, maka dia tidak segan akan mencopot dari jabatannya.
“Kalau ada bukti kita ganti. Sama dengan kasus di Buton selatan kemarin. Sekarang lagi terjadi dialog di sana,” tuturnya.
“Secara informasi awal, iya betul, ada dugaan pencabulan. Maka kita akan buktikan melalui tim itu,” tambahnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepsek SKO Kendari, Sultra yang diduga melakukan pencabulan itu bernama Aslan dan dia merupakan lulusan strata 3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Kita masih berharap sama anak ini, dia kan S3 olahraga. Akan tetapi kalau memang nantinya terbukti berbuat Asusila dan melanggar moral, Ya kita tidak bisa tolerir,” pungkasnya.
Hingga saat ini Aslan, masih dalam pemeriksaan tim investigasi yang dipimpin oleh Kabid SMK Andi Nana Asnawati, jadi belum dapat dimintai Klarifikasi lebih lanjut terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di ruang lingkup SKO Ranomeeto tersebut.

COMMENTS