SULTRA NEWS – Pernyataan kontroversi Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhammad, jadi viral di media sosial.
Mahatir Muhammad Dalam pernyataannya yang terekam kamera itu jelas jelas menghina suku Bugis sulawesi selatan.
Mahatir Muhammad telah menyebut suku Bugis sebagai pencuri, penyamun alias perampok.
Pernyataan yang menyakitkan suku bugis itu dia lontarkan saat berkampanye di hadapan para pendukungnya
Mahatir dan sejumlah simpatisan yang hadir saat itu mengenakan kaos merah yang bertuliskan ‘sayangilah Malaysia.’
Mantan Petinggi di Negara Malaysia itu menyebutkan, Negara Malaysia telah dipimpin oleh pencuri bernama Najib, dimana Najib adalah perdana menteri pencuri dikarenakan Najib berasal dari lanun Bugis.
Dalam Pidatonya Mahatir Muhammad meminta Najib agar segera meninggalkan Malaysia.
“ saat ini Kita sedang dipimpin oleh seorang perdana menteri pencuri, penyamun, negara kita hari ini tak pernah berlaku macam ini, dimana Perdana Menteri adalah seorang perampok, mungkin karena dia berasal dari pada lanun Bugis, entah bagaimana sampai dia tersesat dan hidup di Malaysia,” kata Mahatir.
“Pergilah pulang ke Bugis, Kamu adalah bencana, mencuri duit kita, untuk kesenangan hidup mewah dirinya, keluarganya termasuk istrinya,” imbuhnya.
Tak kurang dari 200 anggota Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PRBM) turun kejalan untuk melakukan unjuk rasa ke rumah mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad, Yang berada di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya, pada Rabu (18/10),
Unjuk rasa itu terkait pidato Mahathir tentang Suku Bugis.
Tasman Matto, Yang merupakan Wakil Presiden PRBM, dalam pernyataannya ke media, dikatakan, bahwa pidato Mahathir Mohamad yang sudah menyebut Bugis sebagai lanun itu sangat menyakitkan hati dan membuat marah seluruh masyarakat Bugis di Malaysia yang keberadaannya berjumlah sekitar satu juta orang.
Tasman Matto mengatakan, unjuk rasa ini mewakili seluruh masyarakat Bugis yang berada di Malaysia, keberadaan unjuk rasa ini semata ingin membuat bantahan dan menuntut agar supaya Mahathir Mohamad menarik kembali pernyataannya yang terlontar pada acara yang digelar oleh Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia pada Sabtu (14/10) malam.
Dimana Mahathir Mohamad telah menyebut keturunan Bugis sebagai orang lanun atau perampok. Pernyataan tersebut diungkapkan Mahathir untuk menyinggung lawan politiknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak.
"Mungkin kerana (karena) dia berasal dari lanun Bugis. Entah macam mana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi balik lah ke Bugis," kata Mahathir.
Tasman mengatakan, sebagai negarawan dan mantan pemimpin negara tidak sepatutnya dia mengeluarkan pernyataan bodoh seperti itu.
"Soal ras jangan di ungkit ungkit kalau mau membawa Negara Malaysia untuk maju, keamanan dalam Negeri itu perlu selalu di jaga. Soal politik itu adalah cara pandang masing-masing orang, tidak perlu di campur adukkan. Jangan khianati keamanan yang sudah ada ini," katanya pula.
Menurutnya apa yang di sampaikan Mahathir Mohamad itu tidak hanya menyinggung masyarakat Bugis yang ada di Negara Malaysia, tetapi juga suku bugis negara lain seperti di Indonesia.
Dalam Laporan lainnya disebutkan ,Terkait Pernyataan Bodoh Mantan PM malaysia itu, Persatuan Bugis Johor juga telah membuat laporan ke Pihak kepolisian mereka meminta agar supaya Pihak pihak terkait segeramengambil tindakan terhadap ucapan Tun Dr Mahathir Mohamad yang dinilai menghina dan rasis.
Datuk Awang Mohamad yang merupakan Ketua Persatuan Bugis Johor, menegaskan penyebutan sebagaiitu lanun itu telah melukai masyarakat Bugis di Malaysia dan Indonesia.
Mahatir Muhammad Dalam pernyataannya yang terekam kamera itu jelas jelas menghina suku Bugis sulawesi selatan.
Mahatir Muhammad telah menyebut suku Bugis sebagai pencuri, penyamun alias perampok.
Pernyataan yang menyakitkan suku bugis itu dia lontarkan saat berkampanye di hadapan para pendukungnya
Mahatir dan sejumlah simpatisan yang hadir saat itu mengenakan kaos merah yang bertuliskan ‘sayangilah Malaysia.’
Mantan Petinggi di Negara Malaysia itu menyebutkan, Negara Malaysia telah dipimpin oleh pencuri bernama Najib, dimana Najib adalah perdana menteri pencuri dikarenakan Najib berasal dari lanun Bugis.
Dalam Pidatonya Mahatir Muhammad meminta Najib agar segera meninggalkan Malaysia.
“ saat ini Kita sedang dipimpin oleh seorang perdana menteri pencuri, penyamun, negara kita hari ini tak pernah berlaku macam ini, dimana Perdana Menteri adalah seorang perampok, mungkin karena dia berasal dari pada lanun Bugis, entah bagaimana sampai dia tersesat dan hidup di Malaysia,” kata Mahatir.
“Pergilah pulang ke Bugis, Kamu adalah bencana, mencuri duit kita, untuk kesenangan hidup mewah dirinya, keluarganya termasuk istrinya,” imbuhnya.
Akibat Kata Lanun Bugis, Mahathir Didemo Ratusan Warga Bugis Melayu.
Tak kurang dari 200 anggota Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis Melayu Malaysia (PRBM) turun kejalan untuk melakukan unjuk rasa ke rumah mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad, Yang berada di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya, pada Rabu (18/10),
Unjuk rasa itu terkait pidato Mahathir tentang Suku Bugis.
Tasman Matto, Yang merupakan Wakil Presiden PRBM, dalam pernyataannya ke media, dikatakan, bahwa pidato Mahathir Mohamad yang sudah menyebut Bugis sebagai lanun itu sangat menyakitkan hati dan membuat marah seluruh masyarakat Bugis di Malaysia yang keberadaannya berjumlah sekitar satu juta orang.
Tasman Matto mengatakan, unjuk rasa ini mewakili seluruh masyarakat Bugis yang berada di Malaysia, keberadaan unjuk rasa ini semata ingin membuat bantahan dan menuntut agar supaya Mahathir Mohamad menarik kembali pernyataannya yang terlontar pada acara yang digelar oleh Himpunan Rakyat Sayangi Malaysia pada Sabtu (14/10) malam.
Dimana Mahathir Mohamad telah menyebut keturunan Bugis sebagai orang lanun atau perampok. Pernyataan tersebut diungkapkan Mahathir untuk menyinggung lawan politiknya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak.
"Mungkin kerana (karena) dia berasal dari lanun Bugis. Entah macam mana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi balik lah ke Bugis," kata Mahathir.
Tasman mengatakan, sebagai negarawan dan mantan pemimpin negara tidak sepatutnya dia mengeluarkan pernyataan bodoh seperti itu.
"Soal ras jangan di ungkit ungkit kalau mau membawa Negara Malaysia untuk maju, keamanan dalam Negeri itu perlu selalu di jaga. Soal politik itu adalah cara pandang masing-masing orang, tidak perlu di campur adukkan. Jangan khianati keamanan yang sudah ada ini," katanya pula.
Menurutnya apa yang di sampaikan Mahathir Mohamad itu tidak hanya menyinggung masyarakat Bugis yang ada di Negara Malaysia, tetapi juga suku bugis negara lain seperti di Indonesia.
Dalam Laporan lainnya disebutkan ,Terkait Pernyataan Bodoh Mantan PM malaysia itu, Persatuan Bugis Johor juga telah membuat laporan ke Pihak kepolisian mereka meminta agar supaya Pihak pihak terkait segeramengambil tindakan terhadap ucapan Tun Dr Mahathir Mohamad yang dinilai menghina dan rasis.
Datuk Awang Mohamad yang merupakan Ketua Persatuan Bugis Johor, menegaskan penyebutan sebagaiitu lanun itu telah melukai masyarakat Bugis di Malaysia dan Indonesia.

COMMENTS