Sultranews,Bandung-Netizen Kota bandung heboh,pasalnya Salah satu foto sungai kecil di Kota tersebut beredar dimedia sosial dengan kondisi air yang berwarna merah seperti darah.
Foto tersebut pertama kalinya itu diunggah oleh akun Instagram @mang_utun_dadang ,Senin (2/7/2017) dini hari.
Dalam postingan foto tersebut, sipemilik akun menyebut bahwa sungai tersebut berada di kawasan Pagarsih.
" Sungai pagarsih kota bandung,sore tadi #bdgjuaranacet," tulis @mang_utun_dadang dalam keterangan fotonya.
Penelusuran akan kebenaran foto tersebutpun telah dilakukan. Hasilnya sungai kecil ditemukan bernama Babakan Irigasi,lokasinya tepat di samping Pasar Uleukan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung,jawa barat.
Sayangnya,kondisi sungai sama sekali tak memperlihatkan adanya bekas warna merah seperti yang tengah viral dimedia sosial.
beberapa warga setempat mengaku tak pernah melihat adanya perubahan warna pada sungai babaka sejak beberapa hari lalu.
"Kemarin saya nongkrong di depan sungai bahkan ada anak kecil yang sedang mencari ikan, tidak ada sungai merah begitu. Kalau lokasi di foto itu memang di daerah ini, tapi kemarin tidak ada seperti ini," kata Sarif.
Salah seorang penjual sosis goreng yang berlapak tepat di depan sungai juga menyangkal kondisi sungai dalam gambar di Instagram tersebut. Namun, ia tak menolak bahwa perubahan air sungai kadang terjadi akibat pencemaran limbah.
"Memang airnya suka berubah, kadang biru, kuning, atau putih. Saya gak tahu itu limbah dari mana, tapi itu hanya selintas saja. Kalau merah seperti di foto itu saya baru lihat tuh," tuturnya.
Camat Astanaanyar Syukur Sabar yang dikonfirmasi terpisah pun sudah menginstruksikan pegawainya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dengan meninjau langsung ke lokasi dan meminta kesaksian warga.
"Iya tadi kita sudah cek. Kata warga kemarin sore tidak begitu, tidak berwarna merah. Kalau merah pasti sudah bikin ramai warga," ujar Syukur via telepon seluler.
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, Salman Fauzi menjelaskan, dari hasil penelusurannya bersama petugas lapangan, foto tersebut diambil pada Januari 2017 lalu.
"Saya tadi cek ke lapangan karena kalau betul ada kejadian seperti itu kaget juga. Kita ngobrol dengan warga setempat. Ada sekitar lima warga yang saya tanyakan kemarin itu (air sungai) enggak merah. Karena menurut pengakuan yang ngunggah foto itu kejadiannya Januari 2017," kata Salman saat dihubungi via telepon seluler.
Salman pun belum bisa memberikan keterangan lebih rinci soal adanya aktivitas pencemaran sungai di Pagarsih. Kendati begitu, ia tetap akan melakukan investigasi soal adanya indikasi pencemaran sungai.
"Kalau nanya ke saya (ada pencemaran) saya gak pernah lihat. Soal sumber limbah saya belum tahu, kalau tahu mah saya sudah tindak. Tapi apapun itu saya akan tindak lanjuti laporan warga," jelasnya.
Foto tersebut pertama kalinya itu diunggah oleh akun Instagram @mang_utun_dadang ,Senin (2/7/2017) dini hari.
Dalam postingan foto tersebut, sipemilik akun menyebut bahwa sungai tersebut berada di kawasan Pagarsih.
" Sungai pagarsih kota bandung,sore tadi #bdgjuaranacet," tulis @mang_utun_dadang dalam keterangan fotonya.
Penelusuran akan kebenaran foto tersebutpun telah dilakukan. Hasilnya sungai kecil ditemukan bernama Babakan Irigasi,lokasinya tepat di samping Pasar Uleukan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung,jawa barat.
Sayangnya,kondisi sungai sama sekali tak memperlihatkan adanya bekas warna merah seperti yang tengah viral dimedia sosial.
beberapa warga setempat mengaku tak pernah melihat adanya perubahan warna pada sungai babaka sejak beberapa hari lalu.
"Kemarin saya nongkrong di depan sungai bahkan ada anak kecil yang sedang mencari ikan, tidak ada sungai merah begitu. Kalau lokasi di foto itu memang di daerah ini, tapi kemarin tidak ada seperti ini," kata Sarif.
Salah seorang penjual sosis goreng yang berlapak tepat di depan sungai juga menyangkal kondisi sungai dalam gambar di Instagram tersebut. Namun, ia tak menolak bahwa perubahan air sungai kadang terjadi akibat pencemaran limbah.
"Memang airnya suka berubah, kadang biru, kuning, atau putih. Saya gak tahu itu limbah dari mana, tapi itu hanya selintas saja. Kalau merah seperti di foto itu saya baru lihat tuh," tuturnya.
Camat Astanaanyar Syukur Sabar yang dikonfirmasi terpisah pun sudah menginstruksikan pegawainya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dengan meninjau langsung ke lokasi dan meminta kesaksian warga.
"Iya tadi kita sudah cek. Kata warga kemarin sore tidak begitu, tidak berwarna merah. Kalau merah pasti sudah bikin ramai warga," ujar Syukur via telepon seluler.
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, Salman Fauzi menjelaskan, dari hasil penelusurannya bersama petugas lapangan, foto tersebut diambil pada Januari 2017 lalu.
"Saya tadi cek ke lapangan karena kalau betul ada kejadian seperti itu kaget juga. Kita ngobrol dengan warga setempat. Ada sekitar lima warga yang saya tanyakan kemarin itu (air sungai) enggak merah. Karena menurut pengakuan yang ngunggah foto itu kejadiannya Januari 2017," kata Salman saat dihubungi via telepon seluler.
Salman pun belum bisa memberikan keterangan lebih rinci soal adanya aktivitas pencemaran sungai di Pagarsih. Kendati begitu, ia tetap akan melakukan investigasi soal adanya indikasi pencemaran sungai.
"Kalau nanya ke saya (ada pencemaran) saya gak pernah lihat. Soal sumber limbah saya belum tahu, kalau tahu mah saya sudah tindak. Tapi apapun itu saya akan tindak lanjuti laporan warga," jelasnya.

COMMENTS