Sultranews - Bentuk kepala bayi dapat dipengaruhi oleh posisi bayi saat ia tidur, hal ini akibat kepala bayi masih sangat lunak.Oleh karena itu Anda perlu sering mengganti posisi kepala bayi Anda saat ia sedang tidur, terutama di bulan-bulan pertama kelahirannya.
Jangan terlalu lama membiarkan posisi bayi Anda dalam posisi miring, dan jangan pula telentang dalam waktu yang lama karena hal ini dapat menyebabkan kepala bayi Anda datar (positional plagiocephaly) atau biasa disebut "flathead".
Dari hasil riset Dr. Matthew L. Speltz, spesialis tumbuh-kembang anak dari University of Washington School of Medicine, Amerika Serikat, tahun 2010, bila tidak diatasi, bayi-bayi dengan "flathead" berisiko mengalami keterlambatan perkembangan fisik dan mental. Misalnya, lamban dalam merespons kondisi di sekitarnya, mengalami keterlambatan dalam kemampuan merangkak, berguling, dan mengangkat perutnya dengan bertumpu pada kedua tangannya.
Selain bagian belakang kepalanya terlihat datar, bayi yang mengalami plagiocephaly atau flathead biasanya juga mengalami sedikit pergeseran letak kedua daun telinga. Yakni, salah satu daun telinganya ada lebih dekat ke arah wajah sementara daun telinganya yang lain lebih jauh dari wajahnya. Penelitian menunjukkan, kondisi ini lebih banyak dialami bayi laki-laki daripada bayi perempuan, selain itu juga lebih sering ditemukan pada bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).
Menurut hasil riset dr. Ricardo Hahn, spesialis anak dari University of Southern California, Amerika Serikat, menunjukkan bayi-bayi yang mengalami plagiocephaly umumnya tidak dapat dipulihkan kembali bentuk kepalanya hingga 100%, meski pun dilakukan koreksi dengan menggunakan semacam helm khusus. Oleh karena itu lebih baik kita mencegah terjadinya kepala bayi menjadi “gepeng” sedini mungkin. Upaya yang dapat Anda lakukan, antara lain:
- Biarkan bayi Anda tidur dengan posisi miring. Bila Anda sering mengganti posisi tidur bayi di malam hari, biasanya bagian belakang kepala yang mulai mendatar akan segera kembali ke bentuk normal.
- Ubah posisi tubuh bayi jadi tengkurap selama beberapa jam, tetapi Anda harus selalu mengawasinya selama dia tidur dalam posisi ini, untuk mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma bayi meninggal mendadak.
- Gunakan bantal khusus untuk mencegah bagian belakang kepala bayi menjadi datar. Atau, gunakan selimut yang dibentuk sedemikian rupa untuk mempertahankan bentuk bagian belakang kepala bayi agar tetap membulat selama tidur telentang.
- Ajaklah bayi Anda bermain dengan posisi tubuh telungkup sesering mungkin.
- Sering-seringlah menggendong bayi Anda.
Umumnya, dalam waktu 6 minggu bagian belakang kepala bayi yang datar akan segera pulih dengan sendirinya apabila posisi tidurnya sering diganti, serta dilakukan upaya-upaya meminimalkan bayi tidur dengan posisi telentang, baik saat tidur maupun saat terjaga. Apabila bagian belakang kepala bayi Anda tetap terlihat datar dan tidak simetris hingga dia berumur 6 minggu, segeralah bawa ke dokter.
COMMENTS