Di masa sekarang ini tidak ada seorang pemimpin pun -betapapun usaha dan jasanya-, yang mendapatkan kekaguman, sanjungan dan pujian sebagaimana yang pernah diraih oleh Shalahuddin. Bahkan sosok Shalahuddin menjadi sebuah mimpi bagi kaum muslimin sejak kematiannya hingga hari ini. Sebenarnya sangat sulit menuliskan kemuliaan-kemuliaannya dalam sebuah makalah seperti ini. Namun, yang mungkin adalah menulis ringkasan perjuangan dan kemuliaannya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi orang-orang yang meniti agama Allah Ta'ala, yang mencari tauladan dengan Seorang Panglima yang umat kita saat ini sangat membutuhkannya, agar bisa mengembalikan sebagian kemuliaan kita yang telah dirampas dan hilang.
Siapakah Shalahuddin al-Ayyubi?
Dia adalah Abu al-Mudzaffar Yusuf bin Ayyub, yang diberi gelar al-Malik an-Nashir (Raja Yang menang) Shalahuddin.Dilahirkan pada tahun 532 H di Tikrit, Iraq. Dia bukanlah orang Arab, melainkan dia berasal dari suku Kurdi.
Dia adalah sebuah contoh bagi seorang laki-laki yang memiliki ambisi besar, yang mampu merealisasikan tujuan-tujuannya mulia. Dia termasuk tokoh yang membuat sejarah. Dia bukanlah pangeran yang mewarisi kerajaan, tapi kariernya merangkak naik dari kepala keamanan di Damaskus hingga penjadi komandan dalam pasukan pamannya Syirakuh, kemudian menjadi Perdana Menteri bagi Mesir, sebagai wakil Sultan Syam.
Kemudian dia menjadi seorang Sultan yang memimpin imperium luas meliputi Syam, Mesir, Jazirah Arab, Hijaz, Yaman, Burqah, Trabulus, dan Nubah. Kemudian dia membentuk keluarga penguasa yang kemudian dikenal dengan namanya "Dinasti, imarat atau daulah Ayyubiyyah."
Shalahuddin merasa terhina dengan kedatangan orang-orang Eropa (Inggris, Perancis, dan Jerman) yang menjajah negeri Timur. Maka dia fokuskan pandangannya untuk membebaskan negeri timur dari tangan penjajah dan menjadikannya kembali ke pangkuan ummat Islam. Tatkala negeri-negeri di timur saling berpecah belah dan berselisih, maka dia pusatkan perhatian utamanya untuk menyatukan mereka guna menghadapi musuh-musuh mereka yang telah mengambil manfaat dari perpecahan mereka. Dia menulis surat kepada raja-raja Islam, terutama kepada khalifah kaum muslimin di Iraq. Di balik seruan Shalahuddin tidak ada fanatisme agama seperti yang ada pada bangsa Eropa (Frank), akan tetapi tujuan Shalahuddin hanyalah untuk menyatukan penduduk Timur yang mayoritasnya adalah muslim agar dapat mengusir pasukan-pasukan asing.
Dia sangat memperhatikan perkara al-Quds (Yerusalim) dengan perhatian yang sangat besar. Dia mengelilingi daerah-daerah untuk mengobarkan semangat jihad, serta menemui para pencari ilmu seraya menyeru Yâ lal Islâm (mari berjuang untuk Islam), sementara kedua matanya mengalirkan air mata.
Setelah Shalahuddin berhasil menyatukan orang-orang di dunia timur, maka dia bangkitkan roh (semangat) perjuangan diantara mereka. Dia sendiri, keluarga dan anak-anaknya telah rela hijrah di jalan Allah, dan hidup di bawah naungan tenda. Shalahuddin adalah seorang pemberani, berjiwa kuat, dan besar keteguhannya. Dimasa pemerintahannya selama 24 tahun, 16 tahun diantaranya dia habiskan dalam ekspedisi-ekspedisi militer (Jihad thalab, ekspansi, memburu para penjajah). Dia berjihad sejak usia 16 tahun hingga akhir hayatnya (dalam usia 55 tahun)
Jihad fi sabilillah telah menjadi ibadahnya, hatinya telah dikuasai oleh kecintaan kepada ibadah jihad, tidak ada pembicaraan kecuali tentang jihad. Dia tidak pernah condong kecuali kepada orang yang mengingatkan dan memberikan semangat untuk berjihad. Dia telah rela dari dunia ini dengan ketenangan dalam naungan tenda yang dihembus angin dari segala sisinya. Dia nafkahkan seluruh hartanya di jalan Allah untuk membiayai jihad ini.
Dengan komando Shalahuddin, orang-orang timur mampu membebaskan bumi-bumi yang disucikan dari tangan-tangan tentara salib yang di dalamnya terdapat Jerman, Inggris, dan Perancis. Dikatakan bahwa orang yang keluar dari Eropa melalui laut berjumlah 600 ribu orang, dan tidak kembali ke negeri mereka kecuali 100 ribu orang.
Bersambung....InsyaAlloh
Sumber: Majalah Islam Internasional Qiblati

COMMENTS