SULTRA NEWS, Kolaka utara-Penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Ketua DPRD Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Musakkir Sarira, oleh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti mulai menemukan titik terang
Berdasarkan pengakuan tersangka Andi Erni Astuti di hadapan polisi, Andi Erni Astuti menghabisi suaminya dengan menggunakan pisau dapur karena terbakar api cemburu.
Ibu dari tiga orang anak yakni : Ratu (11), Lady (10), dan juga Queen (9), mulai curiga akan hadirnya wanita idaman lain (WIL) di tengah kehidupan keluarga mereka.
Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, erat kaitannya dengan perselingkuhan.
“Sering cekcok dan salah paham memang. Ada juga kaitan dengan asmara orang ketiga begitu,” ungkap Kapolres, Jumat 20 Oktober 2017.
Namun, kata Kapolres, pihaknya belum dapat memastikan apakah pernyataan tersangka tersebut benar adanya.
“Tapi ibu ini merasa seperti itu (suaminya selingkuh). Tapi perlu didalami dulu keterangannya karena dia juga belum bisa membuktikan,” katanya.
Masih berdasarkan pengakuan Andi Erni Astuti, korban sering ditelpon dan mendapatkan kiriman pesan elektronik dari wanita lain.
“Tapi pas periksa di hapenya tidak ada. handphone korban juga sudah kami cek tadi pagi,” jelasnya.
Selain mendapatkan isi SMS dari HP suaminya, WIL yang dimaksud itu pernah menghubungi pelaku.
“Andi Erni Astuti juga mengaku dapat SMS dari perempuan lain. Tapi kita belum selidiki juga WIL yang dimaksud itu,” jelasnya.
Pihak kepolisian, lanjut Bambang, masih terus menyelidiki siapa perempuan yang diduga simpanan dari korban itu. “WIL yang dimaksud masih kita dalami,” tuturnya.
Andi Erni sendiri adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara yang menjabat kepala bagian.
Keterangan Singkat terkait Kasus Pembunuhan Ketua DPRD Kolaka Utara:
Andi Erni sendiri adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara dan menjabat sebagai kepala bagian.
Musakkir Sarira adalah Ketua DPRD Kolaka Utara, Dan salah seorang Politisi PDI-P yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji tahun ini.
Pada awalnya keluarga korban mengaku luka tusuk pada perut korban yakni Musakkir Sarira tersebut diakibatkan oleh terjatuh di kamar mandi, namun hal itu tidak lantas membuat Polisi percaya.
Dalam Kondisi bersimbah darah, Korban dilarikan ke RSUD Kolaka Utara, Akan tetapi dikarenakan Tidak adanya Dokter Ahli Bedah, Serta Keterbatasan peralatan Medis di Rumah sakit tersebut, korban akhirnya dengan terpaksa dirujuk ke RSUD Kolaka.
Dan dikarenakan Jarak tempuh yang lumayan jauh, sekitar 150 Kilometer, Korban pun akhirnya meninggal di perjalanan karena kehabisan darah.
Laporan, Kronologi Meninggalnya Ketua DPRD Kolaka Utara Tewas ditangan Istri sendiri
Selasa (17/10) pukul 22.00-23.00 Wita
Rabu (18/10) pukul 16.30 Wita
Kamis (19/10)
Berdasarkan pengakuan tersangka Andi Erni Astuti di hadapan polisi, Andi Erni Astuti menghabisi suaminya dengan menggunakan pisau dapur karena terbakar api cemburu.
Ibu dari tiga orang anak yakni : Ratu (11), Lady (10), dan juga Queen (9), mulai curiga akan hadirnya wanita idaman lain (WIL) di tengah kehidupan keluarga mereka.
Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang Satriawan, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku, erat kaitannya dengan perselingkuhan.
“Sering cekcok dan salah paham memang. Ada juga kaitan dengan asmara orang ketiga begitu,” ungkap Kapolres, Jumat 20 Oktober 2017.
Namun, kata Kapolres, pihaknya belum dapat memastikan apakah pernyataan tersangka tersebut benar adanya.
“Tapi ibu ini merasa seperti itu (suaminya selingkuh). Tapi perlu didalami dulu keterangannya karena dia juga belum bisa membuktikan,” katanya.
Masih berdasarkan pengakuan Andi Erni Astuti, korban sering ditelpon dan mendapatkan kiriman pesan elektronik dari wanita lain.
“Tapi pas periksa di hapenya tidak ada. handphone korban juga sudah kami cek tadi pagi,” jelasnya.
Selain mendapatkan isi SMS dari HP suaminya, WIL yang dimaksud itu pernah menghubungi pelaku.
“Andi Erni Astuti juga mengaku dapat SMS dari perempuan lain. Tapi kita belum selidiki juga WIL yang dimaksud itu,” jelasnya.
Pihak kepolisian, lanjut Bambang, masih terus menyelidiki siapa perempuan yang diduga simpanan dari korban itu. “WIL yang dimaksud masih kita dalami,” tuturnya.
Andi Erni sendiri adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara yang menjabat kepala bagian.
Keterangan Singkat terkait Kasus Pembunuhan Ketua DPRD Kolaka Utara:
Andi Erni sendiri adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara dan menjabat sebagai kepala bagian.
Musakkir Sarira adalah Ketua DPRD Kolaka Utara, Dan salah seorang Politisi PDI-P yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji tahun ini.
Pada awalnya keluarga korban mengaku luka tusuk pada perut korban yakni Musakkir Sarira tersebut diakibatkan oleh terjatuh di kamar mandi, namun hal itu tidak lantas membuat Polisi percaya.
Dalam Kondisi bersimbah darah, Korban dilarikan ke RSUD Kolaka Utara, Akan tetapi dikarenakan Tidak adanya Dokter Ahli Bedah, Serta Keterbatasan peralatan Medis di Rumah sakit tersebut, korban akhirnya dengan terpaksa dirujuk ke RSUD Kolaka.
Dan dikarenakan Jarak tempuh yang lumayan jauh, sekitar 150 Kilometer, Korban pun akhirnya meninggal di perjalanan karena kehabisan darah.
Laporan, Kronologi Meninggalnya Ketua DPRD Kolaka Utara Tewas ditangan Istri sendiri
Selasa (17/10) pukul 22.00-23.00 Wita
- Menurut Saksi yang merupakan salah satu penjaga rumah dinas Ketua DPRD Kolaka Utara (Kolut), Korban (musakir) saat itu terlihat duduk di meja sambil memegangi perut bagian atas yang bersimbah darah.
- Dan Oleh Saksi beserta Seorang Anggota Satpol PP juga istri korban ( Andi erni ), kemudian bersama sama membawa korban Musakkir ke RS Kolaka Utara.
- Karena keterbatasan Tenaga Ahli serta peralatan medis, Pihak Rumah Sakit Kolaka Utara kemudian merujuk Musakkir ke RS Benyamin Guluh Kolaka.
Rabu (18/10) pukul 16.30 Wita
- Musakkir dinyatakan meninggal dunia di RS Benyamin Guluh Kolaka
Kamis (19/10)
- Hasil autopsi yang dilakukan tim dokter dari RS Bhayangkara Kendari, Musakkir meninggal dunia disebabkan oleh luka tusuk pada tubuhnya.
- Pada Tubuh korban ditemukan luka tusuk selebar 1,9 cm dengan kedalaman lebih dari 4 cm di antara perut dan dada.
- Polisi kemudian memeriksa saksi-saksi yaitu Andi Erni, Penjaga rumah dinas Ketua DPRD Kolaka Utara (Kolut), sopir yang biasa bersama korban, seorang anggota Satpol PP, dan juga dokter yang sebelumnya sempat merawat Musakkir.
- Polisi Menetapkan AE sebagai tersangka.
Foto foto Andi Erni Astuti, Istri Ketua DPRD Kolaka Utara yang menikam Suaminya dengan Pisau dapur Karena Cemburu
[lock]
[/lock]









COMMENTS