Sultranews,Samarinda-Tidak Kurang 450 orang yang terdiri dari relawan dan warga sekitar kecamatan Lempake, Samarinda Utara, melakukan perburuan terhadap hewan jadi-jadian yang diduga memangsa puluhan ekor kambing milik para peternak.
Pencarian yang berlangsung kurang lebih 4 jam dimulai pada pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.30 Wita. Sebelumnya warga telah bersepakat untuk berkumpul di halaman Masjid At Taqwa, Lempake dan melakukan breafing terlebih dahulu.
strategi perburuanpun telah diatur,dan akan dimulai dari penyisiran wilayah hutan disekitar lempake.
demi kelancaran proses pencarian, warga telah dibagi ke dalam 20 kelompok kecil yang Masing-masing kelompok ditugaskan untuk melakukan pencarian di wilayah yang berbeda.
Terlihat berbagai peralatan dan senjata telah siap dibawa warga. Dari batang kayu, parang, tombak, hingga senjata laras panjang jenis airsoft gun pun turut mengiringi perburuan.
Kadir, warga lain yang turut dalam perburuan mengaku, sempat kesulitan menembus lebatnya hutan di sekitar gunung. “Wilayah pencarian cukup luas. Hutan alami tersebar di sekitar perburuan. Kami khawatir justru hewan berbisa seperti ular yang kami temui. Namun untung saja semua itu tidak terjadi. Meskipun kami tidak menemukan hewan yang dicari,” kata Kadir.
Hingga pukul 11.30 Wita tak satupun warga yang berhasil menangkap hewan tersebut. Perburuan pun diakhiri.
Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam yang memimpin proses perburuan mengaku senang atas perhatian yang ditujukkan warga dan relawan. Upaya ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah tertimpa musibah.
“Tak kurang dari 450 orang yang ikut dalam perburuan kali ini terdiri dari unsure TNI-Polri, relawan, LSM bahkan Ormas. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan,” tutur Syamsu. Sejak akhir Ramadan hingga Lebaran lalu, warga Lempake, memang sudah diliputi perasaan khawatir. Warga resah dengan keberadaan hewan jadi-jadian. Hewan aneh itu diduga memangsa binatang ternak warga.
Yang mengerikan, hewan jadi-jadian yang pernah dipergoki warga bertubuh anjing dan berkepala manusia. Selain itu, ekor binatang misterius itu juga sempat dilihat menyerupai ekor kuda. Saksi mata yang pernah melihat binatang misterius tersebut adalah Sueb (32), warga setempat yang saat kejadian melaksanakan ronda. Saat itu Sueb sedang melaksanakan ronda di sekitar tempat tinggalnya Selasa (27/6) dini hari.
Pencarian yang berlangsung kurang lebih 4 jam dimulai pada pukul 08.00 Wita hingga pukul 11.30 Wita. Sebelumnya warga telah bersepakat untuk berkumpul di halaman Masjid At Taqwa, Lempake dan melakukan breafing terlebih dahulu.
strategi perburuanpun telah diatur,dan akan dimulai dari penyisiran wilayah hutan disekitar lempake.
demi kelancaran proses pencarian, warga telah dibagi ke dalam 20 kelompok kecil yang Masing-masing kelompok ditugaskan untuk melakukan pencarian di wilayah yang berbeda.
Terlihat berbagai peralatan dan senjata telah siap dibawa warga. Dari batang kayu, parang, tombak, hingga senjata laras panjang jenis airsoft gun pun turut mengiringi perburuan.
“Kami sengaja membawa senjata jenis airsoft gun untuk berjaga-jaga dan mempermudah proses pencarian. Senjata ini hanya untuk melumpuhkan jika memang hewan itu kita jumpai,” kata Hendra, salah satu anggota Perbakin yang turut dalam perburuan tersebut.
Kadir, warga lain yang turut dalam perburuan mengaku, sempat kesulitan menembus lebatnya hutan di sekitar gunung. “Wilayah pencarian cukup luas. Hutan alami tersebar di sekitar perburuan. Kami khawatir justru hewan berbisa seperti ular yang kami temui. Namun untung saja semua itu tidak terjadi. Meskipun kami tidak menemukan hewan yang dicari,” kata Kadir.
Hingga pukul 11.30 Wita tak satupun warga yang berhasil menangkap hewan tersebut. Perburuan pun diakhiri.
Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam yang memimpin proses perburuan mengaku senang atas perhatian yang ditujukkan warga dan relawan. Upaya ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah tertimpa musibah.
“Tak kurang dari 450 orang yang ikut dalam perburuan kali ini terdiri dari unsure TNI-Polri, relawan, LSM bahkan Ormas. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan,” tutur Syamsu. Sejak akhir Ramadan hingga Lebaran lalu, warga Lempake, memang sudah diliputi perasaan khawatir. Warga resah dengan keberadaan hewan jadi-jadian. Hewan aneh itu diduga memangsa binatang ternak warga.
Yang mengerikan, hewan jadi-jadian yang pernah dipergoki warga bertubuh anjing dan berkepala manusia. Selain itu, ekor binatang misterius itu juga sempat dilihat menyerupai ekor kuda. Saksi mata yang pernah melihat binatang misterius tersebut adalah Sueb (32), warga setempat yang saat kejadian melaksanakan ronda. Saat itu Sueb sedang melaksanakan ronda di sekitar tempat tinggalnya Selasa (27/6) dini hari.

COMMENTS