Sultranews, KENDARI – Riki Maengkom (42) yang merupakan Kepala Karantina Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tewas Selasa (9/5/2017) di dalam rumahnya dengan kondisi mulut mengeluarkan busa.
Lelaki yang kini berdomisili di Jalan H. Alala ( sekitar By Pass), Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari ini ditemukan pertama kali oleh sepupunya,Adalah Mario Fredi Kumesa (28) yang tinggal serumah dengannya. Istri korban saat ini sementara di luar kota.
Menurut lapran warga sekitar rumah korban , Lina (36) Riki Maengkom ditemukan telah tak bernyawa sekitar pukul 19.45 Wita. Lina menceritakan, saat sepupu korban datang, kondisi rumah dalam keadaan gelap karena lampu tidak ada yang menyala. Mario kemudian memanggil-manggil korban, namun tak ada jawaban hingga ia berinisiatif mendobrak pintu.
Kepala Karantina DKP Sultra Ditemukan Tewas Dengan Mulut Berbusa di Rumahnya“Pintu kamarnya kan tertutup baru terkunci. Jadi dia dobrak itu pintu kamar. Pas terbuka, sudah kelihatan itu Riki mulutnya berbusa,” kata Lina di depan rumah korban.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kematian Kepala Karantina tersebut. Guna penyelidikan, mayat korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk divisum.
“Kita belum tahu penyebab kematiannya apa. Kita tunggu hasil visum dulu. Namun dari tampilan fisik, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” singkat Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Yunar HP Sirait di rumah korban.
Pantauan redaksi, puluhan warga berkumpul di depan rumah korban. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan yang mengarah ke Kendari Beach sempat tersendat.
Lelaki yang kini berdomisili di Jalan H. Alala ( sekitar By Pass), Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari ini ditemukan pertama kali oleh sepupunya,Adalah Mario Fredi Kumesa (28) yang tinggal serumah dengannya. Istri korban saat ini sementara di luar kota.
Menurut lapran warga sekitar rumah korban , Lina (36) Riki Maengkom ditemukan telah tak bernyawa sekitar pukul 19.45 Wita. Lina menceritakan, saat sepupu korban datang, kondisi rumah dalam keadaan gelap karena lampu tidak ada yang menyala. Mario kemudian memanggil-manggil korban, namun tak ada jawaban hingga ia berinisiatif mendobrak pintu.
Kepala Karantina DKP Sultra Ditemukan Tewas Dengan Mulut Berbusa di Rumahnya“Pintu kamarnya kan tertutup baru terkunci. Jadi dia dobrak itu pintu kamar. Pas terbuka, sudah kelihatan itu Riki mulutnya berbusa,” kata Lina di depan rumah korban.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kematian Kepala Karantina tersebut. Guna penyelidikan, mayat korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk divisum.
“Kita belum tahu penyebab kematiannya apa. Kita tunggu hasil visum dulu. Namun dari tampilan fisik, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” singkat Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Yunar HP Sirait di rumah korban.
![]() |
| puluhan warga berkumpul di depan rumah korban |
Pantauan redaksi, puluhan warga berkumpul di depan rumah korban. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan yang mengarah ke Kendari Beach sempat tersendat.


COMMENTS