Kasus bullyng Siswi SMP di Thamrin City, ungkap sisi gelap para penonton

SHARE:

Kasus bullyng Siswi SMP di Thamrin City, Jakarta Pusat, ungkap sisi gelap para penonton aksi di lokasi.
"Mereka bersorak-sorak. Saat itu juga mereka lalu bergeser dari bystander jadi pelaku (bullying),'' ungkap psikolog pendidikan Amitya Kumara kepada BBC Indonesia.

"Bystander mereka itu miskin empati dan tidak toleran. Perlu diajari lagi lebih empati terhadap apa yang dia lihat,'' ujar Amitya,sebagaimana dikutip dari bbc.com

Dalam video 50 detik yang beredar di media sosial, terlihat ada kerumunan siswa lain yang berada di lokasi dan ikut menyaksikan penyerangan dan kekerasan terhadap korban.

Walau demikian mereka tidak melerai, tapi sibuk mengambil foto dengan ponsel dan menyoraki supaya korban yang sudah terpojok untuk mencium tangan pelaku.

Adapun, keputusan sekolah mengeluarkan anak-anak pelaku bullying dinilai Amitya sebagai jalan pintas yang tidak menyelesaikan persoalan.

Sebab dia menduga pelaku bullying di Thamrin City sudah melakukan hal yang sama sejak SD, sebab ia tidak mampu berinteraksi sosial dengan normal.
Apa hukuman yang tepat?

Menurut Amitya, bystander bisa diterapi dengan model konsultasi sebaya. Alasannya, agar dia bisa belajar perasaan korban dan perasaan pelaku.

''Jadi mereka saling belajar lewat peer consultation,'' katanya.

Adapun, tindakan mengeluarkan anak pelaku bullying dan bystander yang melakukan bullying dari sekolah dinilai sebagai jalan pintas yang kurang tepat.

''Tidak menyelesaikan masalah tetapi menimbulkan masalah baru. Bisa jadi dia lebih agresif lagi, maaf kalau bahasa kasarnya ganas,'' tegas Amitya.

Psikolog yang mencermati kasus bullying dari tingkat pendidikan TK sampai SMA tersebut mengatakan, seharusnya pasca-bullying yang harus diperbaiki adalah komunikasi keluarga, iklim kelas supaya menciptakan suasana kondusif, dan terapi terhadap anak guna memperbaiki perilaku.

Proses tersebut melibatkan peran psikolog, sekolah, dan orang tua. ''Bukannya justru memutus komunikasi dengan anak.''
Image caption Anti-bullying

''Pada korban diajarkan untuk percaya diri, dia bisa berkata secara asertif atas perlakuan yang diterima. Kepada bystander dia diajari untuk empati dari apa yang dia lihat. Pelaku diajari untuk berpikir alternatif, bahwa untuk menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai kehendaknya tidak harus memukul,'' kata Amitya.

Saat ini polisi tengah mengusut laporan bullying tersebut, merespon laporan korban. Ada sembilan siswa SMP yang dalam proses terkena sanksi pengeluaran dari sekolah lantaran dinilai melanggar tata tertib. Dinas Pendidikan juga dikabarkan akan mencabut Kartu Jakarta Pintar milik para siswa.

Seperti dikutip dari Kompas, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Sujadi mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada lebih dari sembilan siswa yang melakukan bullying.

COMMENTS

Name

agrobisnis,1,albinen,1,Alimazi-Lukman,2,Alimazi-Lukman abunawas,2,AMAN,3,Aplikasi-Grab,1,Asal tau saja,9,asrun-hugua,1,Bandara Betoambari,1,bau-bau,1,Berita dunia,67,berita viral,25,berpuasa,1,Bombana,2,bulan puasa,1,Buton,5,Buton utara,1,cagub sultra,3,campak jerman,1,daerah,56,di gigit monyet,1,dikbud-sultra,2,dishub-sultra,1,edukasi,2,Ekobis,2,Fokus,13,Foto Foto,3,gaya hidup,1,gempa bumi,1,generasi micin,1,hukum dan kriminal,38,Informasi anak,11,Infotainment,20,Islam,17,Jokowi,8,Junk Food,1,Kalosara,1,Kebakaran,1,kemenag-sultra,1,Kendari,23,Kesehatan,21,kids jaman now,1,kisah inspiratif,1,KK,1,Kolaka,11,kolaka timur,3,kolaka utara,3,Konawe,23,Konawe selatan,2,konawe utara,8,konawe-kepulauan,1,Kosambi,1,KTP,1,Kuliner,6,Labengki,1,mahasiswa sultra,1,makassar,2,manfaat buah,2,Mekongga,1,Muna,2,Narkoba,1,Nusantara,71,Olahraga,9,opini,2,palestina,3,Pekerja Anak,1,Pemkot Kendari,1,pencabulan,6,pendidikan,1,Penerimaan PNS 2018,1,Pilgub 2018,1,pilgub sultra 2018,3,politik,20,polres konawe,1,Pomalaa,1,Pulau weh,1,Raha,3,ramadhan,1,Ranomeeto,2,Registrasi SIM,1,Sail sabang,5,Samarinda,1,sayuran,1,Sejarah,1,siksa cucu,1,sosial budaya,3,suku bugis,1,Suku Tolaki,1,Sulawesi tenggara,6,Sultra,38,swiss,1,Tangerang,3,tawuran anak sd,2,Teknologi,34,Tempat wisata,5,Tenaga Honorer,1,Tokoh,5,ujung pandang,1,unik,10,vaksin,1,wakatobi,2,Walikota Kendari,1,yogyakarta,1,Zimbabwe,1,
ltr
item
Informasi Terkini: Kasus bullyng Siswi SMP di Thamrin City, ungkap sisi gelap para penonton
Kasus bullyng Siswi SMP di Thamrin City, ungkap sisi gelap para penonton
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv-f-wdL1ddXpxKQMEONUJrOI2qtkKQrPRnWG6JNL9yAAv6eJbfwmBuv3F9XE6LgW-hGuMhN8-m9LiOJ8lJOnoGfejaaqtnKQP_YPCzdzm1xVDUwkpW4ED58qfmKuc6JLa9ZGV6XcgenQ/s400/perundungan+dan+pelecehan.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv-f-wdL1ddXpxKQMEONUJrOI2qtkKQrPRnWG6JNL9yAAv6eJbfwmBuv3F9XE6LgW-hGuMhN8-m9LiOJ8lJOnoGfejaaqtnKQP_YPCzdzm1xVDUwkpW4ED58qfmKuc6JLa9ZGV6XcgenQ/s72-c/perundungan+dan+pelecehan.jpg
Informasi Terkini
https://zonasultra.blogspot.com/2017/07/kasus-bullyng-siswi-smp-di-thamrin-city_27.html
https://zonasultra.blogspot.com/
https://zonasultra.blogspot.com/
https://zonasultra.blogspot.com/2017/07/kasus-bullyng-siswi-smp-di-thamrin-city_27.html
true
7314439676555849227
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts [+] Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content