Sultranews,Wakatobi – Dalam rangka menjaga sarana mobil dinas Pemerintah daerah,Pemerintah Kabupaten Wakatobi punya cara tersendiri yang tergolong unik dan kreatif, Selain mobil mobil dinas itu tetap digunakan sebagai mana mestinya yaitu difungsikan untuk mendukung upaya pelayanan pemerintah kepada masyarakat. mobil mobil dinas tersebut juga diberi label 'tak lazim' pada bagian badan mobil,labelnya tidak tanggung tanggung ‘Mobil Ini Dibeli Dari Hasil Pajak Rakyat’.
Saat Dimintai keterangan atas ide' tak lazim' tersebut, Bupati Wakatobi, Arhawi menjelaskan pada pewarta, hal tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari program penataan aset pemerintah yang diharapkan dapat mengingatkan mereka mereka yang diberi tanggung jawab sekiranya dapat menggunakan kendaraan dinas tersebut sebagai mana mestinya.
“Ini dilakukan dalam rangka merapikan aset Pemda yang notabenenya merupakan kekayaan daerah. Juga hal ini juga bertujuan agar siapapun pejabat dilingkup Pemerintahan daerah Wakatobi agar merasa malu jika menggunakan mobil dinas bukan untuk kebutuhan dinas,sebab mobil dinas itu pada dasarnya di beli dari hasil pajak rakyat ” jelasnya.
Mobil dinas tidak untuk dibawa ke tempat yang tidak semestinya atau ketempat terlarang apa lagi bukan dalam rangka dinas. “Kedepan kita akan programkan ke jenis kendaraan lainnya seperti roda dua dan juga kantor di lingkup pemerintah kabupaten Wakatobi,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, selain menempelkan tulisan ‘mobil ini dibeli dari hasil pajak rakyat’, di kendaraan dinas pejabat daerah Wakatobi juga tertempel keterangan intansi pemilik Mobil dinas dan logo Kabupaten Wakatobi berukuran besar.
Saat Dimintai keterangan atas ide' tak lazim' tersebut, Bupati Wakatobi, Arhawi menjelaskan pada pewarta, hal tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari program penataan aset pemerintah yang diharapkan dapat mengingatkan mereka mereka yang diberi tanggung jawab sekiranya dapat menggunakan kendaraan dinas tersebut sebagai mana mestinya.
“Ini dilakukan dalam rangka merapikan aset Pemda yang notabenenya merupakan kekayaan daerah. Juga hal ini juga bertujuan agar siapapun pejabat dilingkup Pemerintahan daerah Wakatobi agar merasa malu jika menggunakan mobil dinas bukan untuk kebutuhan dinas,sebab mobil dinas itu pada dasarnya di beli dari hasil pajak rakyat ” jelasnya.
Mobil dinas tidak untuk dibawa ke tempat yang tidak semestinya atau ketempat terlarang apa lagi bukan dalam rangka dinas. “Kedepan kita akan programkan ke jenis kendaraan lainnya seperti roda dua dan juga kantor di lingkup pemerintah kabupaten Wakatobi,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, selain menempelkan tulisan ‘mobil ini dibeli dari hasil pajak rakyat’, di kendaraan dinas pejabat daerah Wakatobi juga tertempel keterangan intansi pemilik Mobil dinas dan logo Kabupaten Wakatobi berukuran besar.

COMMENTS