News.Anupedia.com,Wanggudu – Sejumlah orang yang mengatas namakan Garuda Muda Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD
setempat menuntut Ketua DPRD Konut, Jefri Prananda untuk segera mundur dari jabatannya karena diduga menggunakan ijasah palsu.
Massa mendatangi gedung wakil rakyat pada Rabu (4/5/2016) diterima oleh Ketua Komisi I DPRD, Rasmin Kamil.
Dalam orasinya, massa mengungkapkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan Ketua DPRD, Jefri Prananda.
“Untuk itu, Ketua DPRD tidak dapat dijadikan sebagai teladan dan panutan masyarakat Konut. Atau dengan kata lain tidak bisa memimpin institusi DPRD Konut. Untuk memperoleh kekuasaan bukan hanya kejahatan yang melanggar hukum, akan tetapi melukai hati rakyat Konawe Utara,” kata Askiran Razak.
Sementara, Uksal salah satu korlap aksi dalam orasinya menyatakan, jika seluruh elemen masyarakat dapat memberikan kontrol dan dukungan moral terhadap proses hukum Ketua DPRD, Jefri Prananda yang sementara ditangani oleh penegak hukum.
Untuk itu, massa minta institusi DPRD seyogyanya dapat memberikan pernyataan tidak percaya terhadap Ketua DPRD, Jefri Prananda melalui mekanisme konstitusi yang ada karena telah mencederai nilai konstitusi dan nilai moral masyarakat.
“Kami minta Ketua DPRD, Jefri Prananda untuk segera mundur dari jabatannya karena telah melakukan penghinaan terhadap kepercayaan rakyat dan kami nilai tidak bisa menjadi pemimpin di Konuwe Utara,” teriak Uksal.
Ditempat terpisah, Ketua Komisi I DPRD Konut, Rasmin Kamil yang dikonfirmasi usai menerima pengunjuk rasa mengungkapkan, aspirasi yang disampaikan para demonstran ke DPRD maupun ke pihak berwajib ada benarnya.
setempat menuntut Ketua DPRD Konut, Jefri Prananda untuk segera mundur dari jabatannya karena diduga menggunakan ijasah palsu.
Massa mendatangi gedung wakil rakyat pada Rabu (4/5/2016) diterima oleh Ketua Komisi I DPRD, Rasmin Kamil.
Dalam orasinya, massa mengungkapkan dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan Ketua DPRD, Jefri Prananda.
“Untuk itu, Ketua DPRD tidak dapat dijadikan sebagai teladan dan panutan masyarakat Konut. Atau dengan kata lain tidak bisa memimpin institusi DPRD Konut. Untuk memperoleh kekuasaan bukan hanya kejahatan yang melanggar hukum, akan tetapi melukai hati rakyat Konawe Utara,” kata Askiran Razak.
Sementara, Uksal salah satu korlap aksi dalam orasinya menyatakan, jika seluruh elemen masyarakat dapat memberikan kontrol dan dukungan moral terhadap proses hukum Ketua DPRD, Jefri Prananda yang sementara ditangani oleh penegak hukum.
Untuk itu, massa minta institusi DPRD seyogyanya dapat memberikan pernyataan tidak percaya terhadap Ketua DPRD, Jefri Prananda melalui mekanisme konstitusi yang ada karena telah mencederai nilai konstitusi dan nilai moral masyarakat.
“Kami minta Ketua DPRD, Jefri Prananda untuk segera mundur dari jabatannya karena telah melakukan penghinaan terhadap kepercayaan rakyat dan kami nilai tidak bisa menjadi pemimpin di Konuwe Utara,” teriak Uksal.
Ditempat terpisah, Ketua Komisi I DPRD Konut, Rasmin Kamil yang dikonfirmasi usai menerima pengunjuk rasa mengungkapkan, aspirasi yang disampaikan para demonstran ke DPRD maupun ke pihak berwajib ada benarnya.

COMMENTS