Donetsk - Tim pencari dan penyelamat Ukraina telah menemukan sebanyak 251 jasad korban tragedi Malaysia Airlines (MAS) MH17. Tidak hanya itu, sedikitnya 86 potongan tubuh manusia juga ditemukan dari lokasi kejadian yang ada di wilayah Ukraina bagian timur.
Temuan ini didapat tim pencari pada Minggu (20/7) malam waktu setempat setelah melakukan penyisiran dengan melibatkan ratusan personel. Demikian disampaikan Komisi Investigasi Ukraina dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Senin (21/7/2014).
Komisi Investigasi ini menambahkan, rangkaian kereta kedua dengan gerbong khusus yang memiliki pendingin telah tiba di lokasi. Rencananya, temuan jasad-jasad korban akan dievakuasi sementara ke dalam gerbong-gerbong kereta berpendingin tersebut agar tidak rusak.
Sebelumnya, separatis pro-Rusia dituding berniat membawa kabur jasad-jasad korban MH17. Namun bantahan keras disampaikan oleh kepala separatis setempat, Alexander Borodai. Dia menyatakan, kelompok separatis ingin menyerahkan jasad korban tersebut kepada keluarganya.
"Kami mampu dan kami ingin menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya, tapi tim ahli harus memeriksa jasad tersebut di sini. Ini adalah praktik internasional," tegasnya.
Alasan separatis 'mengamankan' jasad korban MH17 agar tidak jatuh ke tangan otoritas Ukraina. Menurut Borodai, jika jasad korban diserahkan kepada pemerintah Ukraina, ditakutkan akan dijadikan bukti untuk menyalahkan separatis pro-Rusia dalam tragedi MH17.
Tidak diketahui pasti, pihak mana yang kini memegang kendali atas rangkaian kereta yang membawa jasad para korban tersebut. Tim penyidik internasional kloter pertama asal Belanda yang bertugas melakukan identifikasi korban telah tiba di Donetsk. Mereka diharapkan akan mendatangi stasiun tempat kereta pembawa korban MH17 berada untuk melakukan otopsi terhadap jasad-jasad korban.
Temuan ini didapat tim pencari pada Minggu (20/7) malam waktu setempat setelah melakukan penyisiran dengan melibatkan ratusan personel. Demikian disampaikan Komisi Investigasi Ukraina dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Senin (21/7/2014).
Komisi Investigasi ini menambahkan, rangkaian kereta kedua dengan gerbong khusus yang memiliki pendingin telah tiba di lokasi. Rencananya, temuan jasad-jasad korban akan dievakuasi sementara ke dalam gerbong-gerbong kereta berpendingin tersebut agar tidak rusak.
Sebelumnya, separatis pro-Rusia dituding berniat membawa kabur jasad-jasad korban MH17. Namun bantahan keras disampaikan oleh kepala separatis setempat, Alexander Borodai. Dia menyatakan, kelompok separatis ingin menyerahkan jasad korban tersebut kepada keluarganya.
"Kami mampu dan kami ingin menyerahkan jasad-jasad tersebut kepada keluarganya, tapi tim ahli harus memeriksa jasad tersebut di sini. Ini adalah praktik internasional," tegasnya.
Alasan separatis 'mengamankan' jasad korban MH17 agar tidak jatuh ke tangan otoritas Ukraina. Menurut Borodai, jika jasad korban diserahkan kepada pemerintah Ukraina, ditakutkan akan dijadikan bukti untuk menyalahkan separatis pro-Rusia dalam tragedi MH17.
Tidak diketahui pasti, pihak mana yang kini memegang kendali atas rangkaian kereta yang membawa jasad para korban tersebut. Tim penyidik internasional kloter pertama asal Belanda yang bertugas melakukan identifikasi korban telah tiba di Donetsk. Mereka diharapkan akan mendatangi stasiun tempat kereta pembawa korban MH17 berada untuk melakukan otopsi terhadap jasad-jasad korban.

COMMENTS