Tel Aviv, - Benjamin Netanyahu ,Perdana Menteri Israel (PM) kembali mendesak Pihak Palestina untuk mengakui keberadaan Israel sebagai negeri bangsa Yahudi,ini demi mencapai perdamaian yang sebenarnya.
"Palestina harus meninggalkan penolakan mereka untuk mengakui hak rakyat Yahudi akan negara nasional mereka," kata Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (7/10/2013).
Dikatakan Netanyahu, pengakuan tersebut merupakan prasyarat untuk mencapai kesepakatan di akhir negosiasi. Hal itu disampaikan Netanyahu dalam pidatonya di Universitas Bar Ilan, dekat Tel Aviv.
Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina telah dimulai kembali pada Juli lalu, dengan disponsori oleh Amerika Serikat. Pembicaraan tersebut sebelumnya telah terhenti selama hampir tiga tahun. Negosiasi langsung kedua negara itu telah direncanakan akan berlangsung 9 bulan. Namun sejauh ini, belum ada hasil-hasil konkret yang dicapai.
"Akar konflik adalah negara Yahudi," cetus Netanyahu dalam pidatonya.
"Apakah kalian akhirnya siap mengakui negara Yahudi, negara nasional rakyat Yahudi?" tanya Netanyahu seraya mengatakan bahwa sejauh ini, jawaban atas pertanyaan itu adalah "tidak".
"Selama Palestina tidak mengakui hak ini, maka tak akan ada perdamaian yang sebenarnya," pungkas Netanyahu.
"Palestina harus meninggalkan penolakan mereka untuk mengakui hak rakyat Yahudi akan negara nasional mereka," kata Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (7/10/2013).
Dikatakan Netanyahu, pengakuan tersebut merupakan prasyarat untuk mencapai kesepakatan di akhir negosiasi. Hal itu disampaikan Netanyahu dalam pidatonya di Universitas Bar Ilan, dekat Tel Aviv.
Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina telah dimulai kembali pada Juli lalu, dengan disponsori oleh Amerika Serikat. Pembicaraan tersebut sebelumnya telah terhenti selama hampir tiga tahun. Negosiasi langsung kedua negara itu telah direncanakan akan berlangsung 9 bulan. Namun sejauh ini, belum ada hasil-hasil konkret yang dicapai.
"Akar konflik adalah negara Yahudi," cetus Netanyahu dalam pidatonya.
"Apakah kalian akhirnya siap mengakui negara Yahudi, negara nasional rakyat Yahudi?" tanya Netanyahu seraya mengatakan bahwa sejauh ini, jawaban atas pertanyaan itu adalah "tidak".
"Selama Palestina tidak mengakui hak ini, maka tak akan ada perdamaian yang sebenarnya," pungkas Netanyahu.

COMMENTS