Aksi premanisme di Kabupaten Muna ikut menggugah hati para perantau. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Muna Indonesia (FKPMI), prihatin dengan kondisi tersebut. Karenanya, seluruh pemuda maupun pemudi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah maupun pihak keamanan, bersatu menjaga keamanan demi kemajuan daerah.
"Kami sangat ingin Muna aman, damai dan rakyatnya sejahtera. Kalau memungkinkan, kami akan turun langsung untuk komunikasi dalam menyelesaikan jika ada benturan," paparnya.
FKPMI berpusat di Jakarta. Anggotannya tersebar se Jabodetabek. Sebanyak 57 pengurus, terdiri dari 10 dewan pembina, 10 dewan penasehat dan 37 pengurus untuk periode 2013-2018. Kemarin mereka dilantik khusus oleh wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu di Anjungan Sulawesi Tenggara, lokasi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Terbentuknya FKPMI ini menjadi babak baru bagi Pemuda Muna untuk menjalin interaksi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah, khususnya di Muna dalam mendukung pelaksanaan pembangunan, meskipun hidup sebagai perantauan. Turut hadir dalam acara tersebut, Ditjen Kesbang Kemendagri, wakil ketua DPD RI La Ode Ida dan pemuda pemudi maupun tokoh masyarakat Muna se Jabodetabek.
Ketua terpilih FKPMI Drs La Ode Ahmad Pidana Bolombo MSi menuturkan, forum ini sangat diharapkan bisa menjembatani komunikasi dan silaturahmi serta menjadi energi positif bagi pemuda Muna di seluruh Indonesia. Dalam mencermati peran pemuda kata dia, cukup menjadi referensi bagaimana kedepan bisa memberikan kontribusi positif.
Awalnya, mereka melakukan pertemuan melalui musyawarah besar pada akhir Desember tahun lalu di Bogor. Melalui kekompakan pemuda perantauan dengan ide yang cemerlang, sangat penting membentuk forum ini.
"Ini langkah awal, kita ingin menjadi garda terdepan, kami tidak ingin menjadi sebuah virus atau benalu," tegasnya, saat memberikan sambutan.
Ia juga menambahkan, meski berada jauh dari tanah kelahiran, rata-rata perantauan merasa prihatin dengan gesekan yang terjadi di Muna.
Sebelum pelantikan, ratusan mata para undangan yang hadir cukup terkesima menyaksikan Tari Pobhelo Ewa Wuna, yang dimainkan tiga penari. Tari ini, ditujukan untuk menyambut kedatangan Wakil Bupati, La Ode Ida dan Ditjen Litbang Kemendagri. La Ode Ida menjelaskan, baru pertama kali di Jakarta terbentuk sebuah forum yang akan mewadahi pemuda maupun pemudi. Nah, adanya identitas ini harus dijaga dengan baik, jangan sampai mengarah pada hal negatif sehingga membuat nama baik forum tercemari.
"Sambutannya saja luar biasa. Jagalah identitas ini, kembangkan sebab ini sangat baik bagi masyarakat perantauan," ujarnya.
Sementara itu ketua panitia pelaksana Yasrif Yaddi S STP mengatakan, acara pelantikan dilaksanakan murni swadaya masyarakat Muna Jabodetabek, dan forum ini sejak lama telah diidam-idamkan. Kurang lebih 1000 pemuda maupun pemudi Muna lintas profesi seperti, tentara, polisi, pengusaha, wiraswasta, mahasiswa, pelajar, buruh dan lainnya menjadi perantauan.
"Kami sangat ingin Muna aman, damai dan rakyatnya sejahtera. Kalau memungkinkan, kami akan turun langsung untuk komunikasi dalam menyelesaikan jika ada benturan," paparnya.
FKPMI berpusat di Jakarta. Anggotannya tersebar se Jabodetabek. Sebanyak 57 pengurus, terdiri dari 10 dewan pembina, 10 dewan penasehat dan 37 pengurus untuk periode 2013-2018. Kemarin mereka dilantik khusus oleh wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu di Anjungan Sulawesi Tenggara, lokasi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Terbentuknya FKPMI ini menjadi babak baru bagi Pemuda Muna untuk menjalin interaksi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah, khususnya di Muna dalam mendukung pelaksanaan pembangunan, meskipun hidup sebagai perantauan. Turut hadir dalam acara tersebut, Ditjen Kesbang Kemendagri, wakil ketua DPD RI La Ode Ida dan pemuda pemudi maupun tokoh masyarakat Muna se Jabodetabek.
Ketua terpilih FKPMI Drs La Ode Ahmad Pidana Bolombo MSi menuturkan, forum ini sangat diharapkan bisa menjembatani komunikasi dan silaturahmi serta menjadi energi positif bagi pemuda Muna di seluruh Indonesia. Dalam mencermati peran pemuda kata dia, cukup menjadi referensi bagaimana kedepan bisa memberikan kontribusi positif.
Awalnya, mereka melakukan pertemuan melalui musyawarah besar pada akhir Desember tahun lalu di Bogor. Melalui kekompakan pemuda perantauan dengan ide yang cemerlang, sangat penting membentuk forum ini.
"Ini langkah awal, kita ingin menjadi garda terdepan, kami tidak ingin menjadi sebuah virus atau benalu," tegasnya, saat memberikan sambutan.
Ia juga menambahkan, meski berada jauh dari tanah kelahiran, rata-rata perantauan merasa prihatin dengan gesekan yang terjadi di Muna.
Sebelum pelantikan, ratusan mata para undangan yang hadir cukup terkesima menyaksikan Tari Pobhelo Ewa Wuna, yang dimainkan tiga penari. Tari ini, ditujukan untuk menyambut kedatangan Wakil Bupati, La Ode Ida dan Ditjen Litbang Kemendagri. La Ode Ida menjelaskan, baru pertama kali di Jakarta terbentuk sebuah forum yang akan mewadahi pemuda maupun pemudi. Nah, adanya identitas ini harus dijaga dengan baik, jangan sampai mengarah pada hal negatif sehingga membuat nama baik forum tercemari.
"Sambutannya saja luar biasa. Jagalah identitas ini, kembangkan sebab ini sangat baik bagi masyarakat perantauan," ujarnya.
Sementara itu ketua panitia pelaksana Yasrif Yaddi S STP mengatakan, acara pelantikan dilaksanakan murni swadaya masyarakat Muna Jabodetabek, dan forum ini sejak lama telah diidam-idamkan. Kurang lebih 1000 pemuda maupun pemudi Muna lintas profesi seperti, tentara, polisi, pengusaha, wiraswasta, mahasiswa, pelajar, buruh dan lainnya menjadi perantauan.

COMMENTS