Personel gabungan TNI/Polri berhasil mengevakuasi 11 jasad korban penyerangan kelompok bersenjata di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Sebelumnya, tim evakuasi sempat 'diganggu' sekelompok orang tidak dikenal.
"Sebelum evakuasi tim sempat diganggu kelompok bersenjata, mereka ditembaki," kata Kasubdis Dispenad Kolonel Zaenal M, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/2/2013).
Sempat terjadi baku tembak antara tim evakuasi dengan kelompok bersenjata tersebut. "Tidak ada korban jiwa, mereka hanya mengganggu," katanya.
Saat ini 11 jenazah tengah diotopsi di rumah sakit di Jayapura guna mengetahui penyebab kematian para korban. "Salah satu otopsi untuk itu," ujar Zaenal.
Usai diotopsi, jasad korban akan disemayamkan di Yonif 751/Raider di Sentani. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke masing-masing kediaman personel yang gugur.
Sebelumnya, Kepala Dispen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menuturkan, lambatnya evakuasi karena medan yang harus dilalui tergolong berat dan berkontur pegunungan dan hutan.
Berikut identitas tujuh personel TNI yang gugur dan berhasil dievakuasi hari ini:
1. Sertu Ramadhan (Gugur)
2. Pratu Edi (Gugur)
3. Praka Jojo Wiharja (Gugur)
4. Pratu Mustofa (Gugur)
5. Praka Wempi (Gugur)
6. Sertu Udin (Gugur)
7. Sertu Frans (Gugur)
8. Pratu Wahyu Prabowo (Gugur)
Sebelumnya, di lokasi terpisah, penembakan menimpa helikopter Super Puma TNI AU yang mulanya digunakan untuk evakuasi jenazah pada Jumat (22/2) pagi. Asal tembakan diketahui dari sebuah rumah ketika helikopter tersebut hendak mendarat di Tingginambut.
Menkopolhukam, Djoko Suyanto menduga dua kelompok bersenjata berada di balik penyerangan terhadap personel TNI, Kamis (21/2) pagi. Penyerangan di Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, diindikasikan didalangi kelompok pimpinan Goliat Tabuni.
Sementara serangan kedua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.
"Sebelum evakuasi tim sempat diganggu kelompok bersenjata, mereka ditembaki," kata Kasubdis Dispenad Kolonel Zaenal M, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/2/2013).
Sempat terjadi baku tembak antara tim evakuasi dengan kelompok bersenjata tersebut. "Tidak ada korban jiwa, mereka hanya mengganggu," katanya.
Saat ini 11 jenazah tengah diotopsi di rumah sakit di Jayapura guna mengetahui penyebab kematian para korban. "Salah satu otopsi untuk itu," ujar Zaenal.
Usai diotopsi, jasad korban akan disemayamkan di Yonif 751/Raider di Sentani. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke masing-masing kediaman personel yang gugur.
Sebelumnya, Kepala Dispen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menuturkan, lambatnya evakuasi karena medan yang harus dilalui tergolong berat dan berkontur pegunungan dan hutan.
Berikut identitas tujuh personel TNI yang gugur dan berhasil dievakuasi hari ini:
1. Sertu Ramadhan (Gugur)
2. Pratu Edi (Gugur)
3. Praka Jojo Wiharja (Gugur)
4. Pratu Mustofa (Gugur)
5. Praka Wempi (Gugur)
6. Sertu Udin (Gugur)
7. Sertu Frans (Gugur)
8. Pratu Wahyu Prabowo (Gugur)
Sebelumnya, di lokasi terpisah, penembakan menimpa helikopter Super Puma TNI AU yang mulanya digunakan untuk evakuasi jenazah pada Jumat (22/2) pagi. Asal tembakan diketahui dari sebuah rumah ketika helikopter tersebut hendak mendarat di Tingginambut.
Menkopolhukam, Djoko Suyanto menduga dua kelompok bersenjata berada di balik penyerangan terhadap personel TNI, Kamis (21/2) pagi. Penyerangan di Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, diindikasikan didalangi kelompok pimpinan Goliat Tabuni.
Sementara serangan kedua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.

COMMENTS